Etnosains Kopi Pandhalungan Jember menyajikan kajian interdisipliner yang menempatkan praktik kopi dalam hubungan terpadu antara pengetahuan lokal, kondisi ekologis, dan dinamika sosial budaya masyarakat Pandhalungan. Kopi dipahami tidak semata sebagai komoditas pertanian, melainkan sebagai bagian dari sistem pengetahuan yang terbentuk melalui interaksi historis antara manusia dan lingkungan. Melalui pendekatan etnosains, pengalaman empiris petani, mencakup pemilihan bibit, pengelolaan naungan, teknik budidaya, hingga pengolahan pascapanen, ditafsirkan sebagai pengetahuan yang terstruktur, kontekstual, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Pembahasan buku menelusuri keterkaitan antara sejarah perkembangan kopi di Jember, karakter ekologis wilayah pegunungan, serta praktik agroforestri tradisional yang membentuk pola budidaya setempat. Dalam kerangka tersebut, dimensi sosial budaya seperti tradisi panen, kerja kolektif, dan pemaknaan kopi dalam kehidupan komunitas menunjukkan bahwa aktivitas pertanian sekaligus merepresentasikan praktik budaya yang berkelanjutan.
Dengan menghubungkan aspek ekologis, historis, teknis, dan kultural secara sistematis, buku ini membangun pemahaman komprehensif mengenai kopi sebagai bagian dari sistem pengetahuan masyarakat. Kajian ini memberikan landasan konseptual bagi penguatan pertanian berkelanjutan sekaligus memperluas khazanah studi ilmiah yang berbasis pada kearifan lokal Indonesia.







