Menulis buku nonfiksi memerlukan lebih dari sekadar keahlian menulis. Anda harus bisa menyampaikan informasi secara jelas namun tetap menarik, agar pembaca tidak merasa seperti membaca buku teks yang membosankan. Berikut 7 tips yang bisa Anda terapkan:
1. Mulailah dengan Masalah atau Pertanyaan yang Relevan
Pembaca nonfiksi biasanya mencari solusi atau wawasan baru. Mulailah buku Anda dengan mengangkat persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan target pembaca.
2. Buat Kerangka Naskah Sebelum Menulis
Struktur adalah kunci. Dengan kerangka, Anda akan lebih fokus dan tidak melebar ke mana-mana. Pembaca pun akan lebih mudah mengikuti alur pemikiran Anda.
3. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Mengalir
Bahasa yang terlalu teknis atau akademis bisa membuat pembaca lelah. Gunakan bahasa yang lugas namun tetap sopan dan informatif.
4. Sisipkan Ilustrasi, Studi Kasus, atau Cerita
Contoh konkret atau pengalaman nyata akan membuat isi buku Anda lebih hidup dan bisa lebih mudah dicerna oleh pembaca.
5. Gunakan Data dan Referensi
Untuk memperkuat argumen, jangan ragu menyertakan data, hasil penelitian, atau kutipan dari sumber terpercaya.
6. Bangun Interaksi dengan Pembaca
Ajak pembaca berpikir melalui pertanyaan reflektif di akhir bab atau beri tugas kecil. Ini membuat mereka merasa terlibat.
7. Gunakan Editor Profesional
Setelah naskah selesai, mintalah orang lain untuk membaca dan memberi masukan, atau gunakan jasa editor seperti yang disediakan Ihsan Cahaya Pustaka.
Kesimpulan:
Menulis nonfiksi bukan hanya soal menumpahkan isi pikiran, tetapi bagaimana menyusunnya agar mudah dimengerti, bermakna, dan menyentuh kebutuhan pembaca. Dengan pendekatan yang tepat, buku Anda bisa menjadi referensi penting dan tahan lama di hati pembaca.